Sunday, December 23, 2012

01:39


Seperti biasa. Mencari yang  tidak penting untuk sekedar menemani walau tak terasa ditemani
Tapi apa salahnya mencoba?
Kenapa harus menangis?
Toh yang terpampang itu hanya tulisan, muti.
Cerita tentang bagaimana dia mendalami dia
Lagi, Kenapa harus menangis?
Kenapa kemudian harus menulis?
Kenapa harus berfikir sedikit memaksakan agar berbau puitis?
Toh menjadi diri sendiri itu tidak berfikir dan tidak memaksa
Ingin? Sebesar apa? Seberapa lama?
Sebesar logika mengagungkan sebagian yang merendah, i guess
Yang jelas, lo gaakan bisa jadi diri lo kalo masih membandingkan hasil lo dengan siapapun. 

No comments:

Post a Comment